Belajar Memahami Indikator MACD Untuk Trading Saham.

Belajar Memahami Indikator MACD Untuk Trading Saham.

MACD diciptakan oleh Gerald Appel pada tahun 1960, beliau adalah seorang money manager yang telah berpengalaman lebih dari 35 tahun. Disamping itu beliau juga telah meneribitkan beberapa buku tentang analisa teknikal dan tentunya dia mahir dalam analisa teknikal.

MACD merupakan salah satu indikator yang sering digunakan oleh para trader saham selain cara penggunaannya yang cukup sederhana, MACD juga memberikan sinyal momentum yang cukup akurat dalam melakukan entry dan exit saat trading saham.

APA ITU MACD ?

Macd pada dasarnya adalah trend following indikator momentum , pada dasarnya MACD merubah MA yg bersifat lagging indicator menjadi bentuk momentum osilator ( leading indicator) maka dari itu Macd akan meberikan sinyal jenuh jual atau jenuh beli dan menunjukan hubungan antara 2 periode Moving Average yang berbeda serta memberikan sinyal buy/sell yg lebih responsif dibandingkan dengan MA

MACD memiliki 3 komponen yang terdiri dari 2 garis dan 1 histogram

1.       Garis MACD. Garis macd diperoleh dari pengurangan EMA selama 26 hari  dan 12 hari (EMA12 – EMA26). Periode dapat diubah sesuai keinginan trader

2.       Garis SINYAL , diperoleh berdasarkan perhitungan EMA dari garis MACD selama 9 hari kebelakang. Periode ini juga bisa dirubah

3.       MACD HISTOGRAM , dihitung dari pengurangan  nilai MACD line dengan signal line (MACD line – Signal Line)

Angka 26,12 dan 9 merupakan angka standart yang disarakan oleh gerald apple,namun jika anda ingin menggunakan periode yang lain tentu bisa. Jika angka tersebut dirubah ke periode yang lebih singkat maka akan menghasilakan sinyal yang lebih cepat namun sering juga muncul whipsaws (sinyal palsu). Apabila diganti periode yang lebih lama maka sinyal yang dihasilkan akan semakin lama namun dapat meredam munculnya whipsaws.

Fungsi MACD

1.       Mendeteksi momentum buy dan sell

2.       Menberikan indikasi sinyal reversal (pembalikan arah)

3.       Mengetahui overbought dan oversold

MACD sebagai sinyal beli dan jual

MACD yang berada diatas NOL menandakan saham tsb sedang uptrend atau bullish

MACD yang berada dibawah NOL menandakan saham tsb sedang downtrend atau bearish

 

Sinyal buy dan sell menggunakan indicator macd sangat sederhana

Sinyal buy = ketika garis macd memotong garis sinyal dari bawah keatas (goldencross)

Sinyal sell = ketika garis macd memotong garis sinyal dari atas kebawah (deathcross)

Dari gambar diatas sinyal buy lingkaran berwarna biru dan sinyal sell lingkaran berwarna merah, sedangkan lingkaran berwarna kuning menunjukan whipsaws(sinyal palsu)

Untuk MACD Histogram

Sinyal buy = bar pertama yang mengarah keatas dari level 0 ( histogram positif)

Sinyal sell = bar pertama yang mengarah kebawah dari level 0 (histogram negatif)

 

Dari gambar diatas macd sudah golden cross namun tidak memberikan sinyal yang valid untuk kenaikan harga saham kondisi seperti ini dikatakan sebagai divergence

Tips menghindari whipsaws MACD

1.       Gunakan indikator lain sebagai pelengkap agar bisa saling mengkonfirmasi sinyal buy atau sell

2.       Jika histogram negatif patut dicurigai whipsaws

3.       Berhati hati ketika goldencross dibawah sumbu NOL

4.       Banyak berlatih menggunakan MACD, jika sudah paham dan cinta dengan MACD biasanya kita sudah tau gelagat whipsaws atau bukan.

Posisi buy favorit penulis ketika menggunakan MACD adalah ketika MACD> 0 dan posisi baru saja goldencross. Seperti penulis katakan sebelumnya ketika MACD > 0 posisi saham tsb sedang bullish ditambah golden cross maka saham tsb uptrend dan baru saja mendapatkan sinyal beli.

Lantas ketika macd < 0 namun golden cross apakah tidak bagus? Kondisi ini cukup bagus karena goldencross namun beberapa kali sinyal seperti ini tidak mendapatkan profit.

Apabila 2 saham dengan kondisi diatas tentu penulis akan lebih memilih kondisi 1.

Catatan buy menggunakan MACD versi penulis

1.       Belilah saat sudah confirm goldencross jgn berspekulasi jika belum goldencross

2.       Lebih baik goldencross diatas sumbu NOL

3.       Lebih baik Histogram positif

4.       Liat history saham tsb apakah cocok menggunakan MACD, jika tidak lebih baik tinggalkan.

5.       Untuk saham uptrend pasang trailing stop saja.

6.       Gunakan indikator lain sebagai pelengkap

Sumber refrensi : edianto ong, techical analysis for mega profit

sumber gambar : investing.com

One thought on “Belajar Memahami Indikator MACD Untuk Trading Saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *